Apakah
Modal Usaha Anda?
Sering sekali dan banyak orang yang ingin
berwirausaha sendiri, bahkan saya pun pada saat masih menjadi pegawai atau
pekerja juga mencita-citakan untuk dapat berwirausaha sendiri.
Namun juga tidak sedikit orang yang terus
berpikir untuk berwirausaha sendiri, namun hingga pada akhirnya mereka tidak
memulainya dan sampai masa produktif mereka berakhir hanya berpikir saja dengan
tanpa ada realisasinya.
Kebanyakan orang yang mengalami kejadian
diatas tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor dan kendala, dimana sebagian
besar merasa kendalanya adalah “SAYA TIDAK PUNYA MODAL YANG CUKUP”.
Disini saya akan mengulas menurut versi
saya apakah sebenarnya MODAL YANG DIBUTUHKAN dalam melakukan wirausaha sendiri.
DIRI
ANDA adalah MODAL TERBESAR ANDA
Seperti yang sedikit kita lihat mengenai
kondisi pada umumnya di masyarakat dan Negara kita adalah ketika seseorang
dihadapkan dengan pertanyaan Kenapa anda tidak wirausaha sendiri?.
Jawaban yang sering muncul adalah saya
belum punya modal yang cukup. Identiknya Modal itu selalu dikaitkan dengan Dana
atau kemampuan keuangan.
Apakah sebenarnya 100% wirausaha tidak
dapat dijalankan bila kita tidak punya dana? Tentu saja saya sangat tidak
setuju mengenai pendapat demikian.
Pada umumnya kita selalu membayangkan
melakukan wirausaha atau mendirikan suatu usaha selalu dalam keadaan yang
ideal, dimana usaha kita besar dengan karyawan-karyawan yang bekerja untuk
kita, memiliki fasilitas yang lengkap sehingga kegiatan bisnis bisa berjalan
lancer dan berbagai pandangan ideal lainnya.
Pada kenyataannnya Para Orang Sukses,
Usahawan, Pelaku Bisnis dan lainnya tidak pernah membangun usahanya yang
pertama dari kondisi ideal.
Sebagai contoh misalnya saja Bob Sadino
memulai usaha telurnya dari kecil dengan menjajakan sendiri telur dagangannya
ke tetangganya. Dan Starbucks yang mendunia juga dibangun dari kedai kecil yang
menjual biji kopi.
Jadi sebenarnya apakah modal utama yang
harus kita miliki?
Jawabannya adalah DIRI ANDA sendiri.
Banyak orang tidak menyadari bahwa
Dirinya sendiri adalah modal utama dan
modal terbesar dan membangun bisnis.
Anda harus bisa bersyukur dengan segala
kekurangan dan kelebihan yang anda miliki. Anda harus bersyukur bahwa sampai
detik ini anda masih bisa berada di dunia ini.
Kemudian bagaimana caranya menjadikan
Diri Anda menjadi Modal terbesar?
Seperti yang saya sampaikan diatas anda
harus mengetahui apakah kelemahan anda dan kelebihan anda agar bisa menjadikan
diri anda sebagai modal utama dalam berwirausaha.
Untuk bisa melakukan hal diatas tersebut
seperti halnya disebutkan dalam teori marketing anda perlu mengetahui SWOT diri
anda sendiri.
Apakah SWOT tersebut? SWOT adalah
singkatan dari STRENGHT (Kekuatan), WEAKNESS (Kelemahan), OPPORTUNITY
(Kesempatan) dan THREAT (Ancaman).
Dengan anda mengetahui kekuatan anda maka
anda bisa memanfaatkannya untuk melakukan pekerjaan atau suatu usaha, misalnya
anda memiliki kelebihan dalam bidang Desain Grafis maka anda bisa melakukan
usaha yang terkait dengan kelebihan anda tersebut.
Dengan anda mengetahui kekurangan anda
maka anda bisa mempelajari hal-hal yang kurang tersebut sehingga diri anda akan
lebih berkembang, misalnya anda kurang bisa komunikasi dengan orang lain atau
misalnya berhadapan dengan orang lain maka anda bisa belajar cara komunikasi,
presentasi atau ilmu komunikasi lainnya.
Dengan mengetahui kesempatan anda
terutama yang terkait dengan kemampuan atau kekuatan yang anda miliki maka anda
bisa mengetahui kesempatan bisnis dalam dunia tersebut, misalnya anda
mengetahui kesempatan menjadi seorang desain grafis, membuat karya desain untuk
orang lain atau perusahaan lainnya.
Dengan mengetahui ancaman terutama yang
terkait dengan kekurangan anda dan juga dibandingkan dengan kompetitor lainnya
maka anda bisa mengmbil tindakan antisipasi agar berhasil atau menang dalam
persaingan bisnis, misalnya apabila anda tidak bisa mengkomunikasikan atau
mempresentasikan hasil karya anda maka seseorang atau perusahaan akan sulit
menggunakan jasa anda untuk mendesain.
Jadi dengan anda mengetahui SWOT anda
sendiri otomatis anda akan menarik dan memotivasi diri anda menjadi individu
unggulan yang bisa dijadikan sebagai Modal.
TEMAN
adalah MODAL dalam MEMBESARKAN USAHA ANDA
Saya yakin anda semua pasti memiliki
seorang teman, apakah itu teman sepermainan, teman sekolah, teman kerja dan
lainnya.
Karena pada hakikatnya tidak satu orang
pun di dunia ini yang dapat hidup tanpa mendapat bantuan atau dukungan dari
orang lain. Seorang pemilik bisnis tidak bisa menjalankan usahanya tanpa ada
pegawai, tanpa ada supplier atau tanpa ada customer.
Dari pengalaman saya pribadi bahwa ketika
kita membutuhkan bantuan atau ketika membutuhkan dukungan, disitulah teman kita
yang akan berperan menjadi penolong kita yang berperan dalam membantu kita.
Oleh karenanya kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan teman-teman kita
dan saling tolong menolong. Tentu saja apabila saat ini kita dalam posisi
menolong teman maka ada saatnya kita akan ditolong oleh teman kita.
Dalam menjalin hubungan pertemanan pun
kita hendaknya tidak memilih-milih atau memilah-milah dengan siapa kita mau
berteman, misalanya kita hanya mau berteman karena orang tersebut kaya secara
materi, atau hanya mau berteman karena dari satu daerah asal, atau mau berteman
karena jabatan yang dimiliki seseorang. Sekali lagi bertemanlah anda dengan
segala macam orang dari segala macam lapisan dengan berbagai karakternya,
karena sesungguhnya hidup bagaikan Roda bisa jadi sekarang posisi kita diatas
dan suatu saat nanti bisa saja kita dibawah demikian juga orang-orang yang kita
kenal.
Dari hubungan pertemanan ini pula lah
kita akan bisa saling tukar informasi yang nantinya akan mendorong kita
mendekati suatu kesempatan atau peluang suatu bisnis, atau dapat menjadi teman
untuk berdialog dan berdiskusi dalam memecahkan permasalahan yang mungkin kita
hadapi dalam dunia bisnis, memberikan suatu pengajaran untuk hal-hal yang belum
pernah kita ketahui atau pelajari. Karena memang manusia tersebut diciptakan
beragam jenis dan memiliki kelebihan serta kekurangan yang berbeda-beda agar
bisa saling mengisi dan berkolaborasi.
Jadi bagi anda semua yang saat ini belum
memulai merintis usaha anda terutama karena anda berpikir tidak mempunyai modal
maka sebaiknya anda perlu men set ulang pola pikir anda, karena sesunguhnya
hanya dengan 2 modal diatas anda bisa memulai usaha anda. Percayalah Hal itu
terjadi dan nyata.
Kisah
Nyata Awal Usaha Saya.
Mungkin sebagian dari anda yang pernah
membaca blog saya dan artikel-artikel sebelumnya mungkin akan tahu bagaimana
perjalanan karir dan usaha saya.
Pada hari saya menulis artikel ini
dibulan November 2013, saya telah merintis memulai usaha saya dan baru berusia
10 Bulan. Ya benar, hingga bulan Januari 2013 lalu saya sebenarnya adalah masih
berstatus menjadi pegawai atau pekerja di suatu perusahaan asing yang bergerak
dibidang manufaktur, dengan jabatan yang bisa disyukuri yaitu HRGA Manager.
Perjalanan Karir saya dimulai dari bawah,
yaitu ketika di awal tahun 2000 saya baru lulus dan kembali pulang ke Indonesia.
Saya bersyukur bahwa saya mendapatkan beasiswa di jepang walaupun dengan
tingkatan Diploma dan Bukan Sarjana. Ketika awal kepulangan saya pun mulai giat
mencari Pekerjaan dan dengan modal informasi Nomer telpon seorang kenalan dari
kenalan saya, saya hubungi orang tersebut dan dari beliau saya mendapatkan
informasi serta nomer telpon Perusahaan PT. Sanyo Jaya Komponen yang berada di
Cimanggis, Bogor dan Nama dari Presiden Direkturnya yang katanya sedang mencari
pegawai. Dengan modal informasi tersebut saya nekat dan beranikan diri
menghubungi presiden direktur tersebut dan saya sampaikan saya baru pulang dan
sedang mencari pekerjaan. Pada akhirnya saya ikut tes penerimaan pegawai dan
lulus serta diterima disana dengan posisi sebagai supervisor, namun sayangnya
terhadap tawaran tersebut saya masih melakukan negosiasi kepada mereka untuk
mendapatkan nilai upah yang lebih baik. Dan bukanlah kenaikan yang saya
dapatkan justru membuat saya kehilangan kesempatan tersebut. Setelah itu saya
mencoba melamar pekerjaan kemana-mana namun seperti saya mendapatkan suatu
hukuman atau peringatan dari yang kuasa, selama 3 bulan tidak ada satupun
perusahaan yang berminat dan memanggil saya. Hingga akhirnya saya meyadari hal
itu dan kembali memohon maaf kepada yang kuasa dan memohon agar bisa
mendapatkan pekerjaan. Tidak lama setelah itu saya mendapatkan panggilan dari
suatu perusahaan jepang ternama yang meproduksi alat musik di pasuruan. Dan
disana saya justru mendapatkan upah sedikit diatas UMR di daerah itu dimana jumlahnya
1/3 dari upah yang sebelumnya ditawarkan di Sanyo. Walaupun demikian saya tetap
ambil kesempatan itu. Jujur saja upah sejumlah itu digunakan untuk membayar
biaya kos, makan sehari-hari dan transport sangat mepet sekali.
Namun hal ini saya terima dengan lapang
dada dan penuh rasa syukur kepada-Nya. Mungkin hal itu lah yang akhirnya
mendorong banyak kesempatan dan tawaran pekerjaan yang datang kepada saya.
Tidak lama setelah saya mulai pekerjaan pertama tersebut datang tawaran yang
menarik dengan mendapatkan upah sekitar 4 kali lipat dari yang saya terima itu.
Akhirnya saya ambil tawaran sebagai staff marketing di perusahaan manufaktur
kertas dari Grup Raksasa di Indonesia.
Perjalanan karir serta kesempatan tidak
berhenti disitu saja. Setelah sekitar 1.5 tahun saya bekerja saya ingin mencoba
tantangan untuk bekerja di Ibu Kota. Akhirnya saya mengajukan pengunduran diri
saya dan mulai berangkat ke ibu kota, dengan mulai bekerja di salah satu Koran
berbahasa asing di Ibukota sebagai marketing. Namun tidak lama saya berada
disana karena mendapatkan kerja shift malam yang saya rasa kuran sesuai dengan
saya. Sembari mencari pekerjaan saya lakukan pekerjaan freelance pertama saya
sebagai interpreter. Pekerjaan freelance ini saya dapatkan informasinya dari seorang
teman, dan didapatkan dari seorang interpreter senior yang tengah bekerja di
perusahaan baru manufaktur piston ring di kawasan karawang. Ditengah-tengah menjalankan
pekerjaan freelance dan mencari pekerjaan tersebut saya mendapatkan informasi
dari seorang teman yang bekerja di perusaahan satu grup dengan saya sebelumnya.
Informasi yang saya dapatkan adalah ada pekerjaan interpreter untuk dikirim ke
jepang dalam rangka kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang. Saya hubungi
penanggung jawabnya dan saya ikuti semua proses seleksinya. Setelah sekian
bulan saya cukup kaget ternyata saya mendapatkan pekerjaan tersebut, dan
berangkatlah saya selama hampir 2 tahun di jepang sebagai interpreter.
Setelah pekerjaan sebagai interpreter 2
tahun di jepang saya kembali pulang dan membantu pekerjaan seorang teman yang
tengah mendirikan perusahaan di bandung. Tidak lama saya disana kurang lebih
selama 4 bulan. Melalui seorang teman saya mendapatkan informasi suatu agen
rekrutmen di Jakarta dan saya mendaftarkan diri saya kea gen rekrutmen
tersebut. Dari agen rekrutmen tersebut saya mendapatkan pekerjaan di manufaktur
label di daerang cileungsi, bogor. Hampir 2 tahun saya bekerja sebagai sales
supervisor, karena adanya suatu masalah keluaraga sehingga harus kembali ke kota
kelahiran saya. Ditengah-tengah mencari pekerjaan di kota kelahiran saya, saya
mendapatkan tawaran dari agen rekrutmen lainnya yang kebetulannya ada
perusahaan asing baru akan buka di Surabaya. Tawarannya sebagai office manager
dan mempersiapkan pendirian perusahaan, yang tentu saja itu merupakan jabatan
yang belum pernah saya dapatkan dan merupakan impian serta target saya. Saya
memang mentargetkan untuk suatu saat bisa mencapai posisi manager dalam kurun
waktu 5 tahun saya bekerja. Akhirnya saya bisa mencapai target itu dalam waktu
6 tahun dari pertama kali saya bekerja. Tahukah anda pada saat ini upah yang
saya terima sudah mencapai 14 Kali lipat dari upah saya pertama kali bekerja.
Alhamdulillah keberuntungan dan
kesempatan terus menghapiri saya. Setelah 3 tahun saya bekerja, saya
mendapatkan tawaran untuk menjadi HRGA Manager di perusahaan asing di bidang
manufaktur mesin boiler yang baru akan mendirikan perusahaannya di Indonesia.
Akhirnya saya mendapatkan pekerjaan tersebut. Pada saat ini saya telah mencapai
8 tahun sejak pertama kali bekerja dan pada saat ini upah yang saya terima
sudah mencapai 32 Kali lipat dari upah saya pertama. Dan ini adalah pengalaman
yang ke 2 kali bagi saya melakukan kegiatan pendirian perusahaan yang dimulai
dari nol. Dari sini saya belajar banyak mengenai perijinan, perundang-undangan.
Dan sejak saat itu saya putuskan bahwa saya hanya akan mau pindah kerja apabila
perusahaan tersebut adalah perusahaan baru dengan pekerjaan pendirian
perusahaan dari awal. Dan setelah ini saya masih mendapatkan tawaran untuk
menjadi HRGA Manager yang dimulai dari pendirian perusahaan dan pada saat ini
upah yang saya terima sudah mencapai sekitar lebih dari 60 Kali lipat dari Upah
saya pertama kali. Setelah bekerja beberapa waktu pada akhir Januari 2013 atau
tepatnya setelah kurang lebih 13 tahun saya bekerja, saya memutuskan untuk
bekerja sendiri dan mengundurkan diri setelah 6 bulan bergabung pada perusahaan
baru di bidang manufaktur otomotif yang merupakan pengalaman saya ke 4 kali
dalam mendirikan perusahaan.
Saat ini saya tengah merintis usaha saya
sendiri, dimana pada saat saya memulai saya tidak memiliki modal dana yang
cukup. Saya mulai usaha saya sendiri dengan Modal Diri Sendiri dan Modal
Hubungan Pertemanan yang banyak membantu saya mendapatkan pekerjaan freelance
dan berhasil melalui saat-saat terberat saya yang membuat dapur saya tetap
terus berasap setiap bulannya.
Dari apa yang saya alami dan rasakan
bahwa Diri Anda adalah Modal Utama yang harus dimiliki, hal ini saya wujudkan
dengan meperbanyak diri saya dengan pengalaman kerja, pengetahuan serta
kemampuan lainnya. Selain itu saya juga mempelajari diri saya sendiri bahwa
yang jelas menjadi kelbeihan atau strength saya adalah kemampuan bahasa saya
yaitu bahasa Indonesia, Jepang dan Inggris. Kelebihan itulah yang saya
eksploitasi dan saya jadikan modal serta senjata utama saya dalam usaha.
Kemudian dari apa yang saya tuliskan diatas bahwa baik dalam perkembangan karir
serta usaha saya yang saya mulai dengan profesi sebagai Interpreter, saya
sering mendapatkan bantuan ataupun info pekerjaan dan peluang usaha dari
teman-teman yang selama ini saya miliki.
Hargai
diri anda sendiri……..maka orang lain akan menghargai anda….
Percayalah
pada kemampuan anda sendiri…. Maka orang lain akan percaya pada kemampuan anda…
Percayalah
pada teman anda…maka teman anda akan percaya kepada anda….
Bantulah
teman anda…maka kelak teman anda akan membantu anda….
