Kamis, 21 November 2013

Apakah Modal Usaha Anda?
Sering sekali dan banyak orang yang ingin berwirausaha sendiri, bahkan saya pun pada saat masih menjadi pegawai atau pekerja juga mencita-citakan untuk dapat berwirausaha sendiri.
Namun juga tidak sedikit orang yang terus berpikir untuk berwirausaha sendiri, namun hingga pada akhirnya mereka tidak memulainya dan sampai masa produktif mereka berakhir hanya berpikir saja dengan tanpa ada realisasinya.
Kebanyakan orang yang mengalami kejadian diatas tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor dan kendala, dimana sebagian besar merasa kendalanya adalah “SAYA TIDAK PUNYA MODAL YANG CUKUP”.

Disini saya akan mengulas menurut versi saya apakah sebenarnya MODAL YANG DIBUTUHKAN dalam melakukan wirausaha sendiri.

DIRI ANDA adalah MODAL TERBESAR ANDA

Seperti yang sedikit kita lihat mengenai kondisi pada umumnya di masyarakat dan Negara kita adalah ketika seseorang dihadapkan dengan pertanyaan Kenapa anda tidak wirausaha sendiri?.
Jawaban yang sering muncul adalah saya belum punya modal yang cukup. Identiknya Modal itu selalu dikaitkan dengan Dana atau kemampuan keuangan.
Apakah sebenarnya 100% wirausaha tidak dapat dijalankan bila kita tidak punya dana? Tentu saja saya sangat tidak setuju mengenai pendapat demikian.
Pada umumnya kita selalu membayangkan melakukan wirausaha atau mendirikan suatu usaha selalu dalam keadaan yang ideal, dimana usaha kita besar dengan karyawan-karyawan yang bekerja untuk kita, memiliki fasilitas yang lengkap sehingga kegiatan bisnis bisa berjalan lancer dan berbagai pandangan ideal lainnya.
Pada kenyataannnya Para Orang Sukses, Usahawan, Pelaku Bisnis dan lainnya tidak pernah membangun usahanya yang pertama dari kondisi ideal.
Sebagai contoh misalnya saja Bob Sadino memulai usaha telurnya dari kecil dengan menjajakan sendiri telur dagangannya ke tetangganya. Dan Starbucks yang mendunia juga dibangun dari kedai kecil yang menjual biji kopi.
Jadi sebenarnya apakah modal utama yang harus kita miliki?
Jawabannya adalah DIRI ANDA sendiri.
Banyak orang tidak menyadari bahwa Dirinya sendiri adalah modal utama  dan modal terbesar dan membangun bisnis.
Anda harus bisa bersyukur dengan segala kekurangan dan kelebihan yang anda miliki. Anda harus bersyukur bahwa sampai detik ini anda masih bisa berada di dunia ini.
Kemudian bagaimana caranya menjadikan Diri Anda menjadi Modal terbesar?
Seperti yang saya sampaikan diatas anda harus mengetahui apakah kelemahan anda dan kelebihan anda agar bisa menjadikan diri anda sebagai modal utama dalam berwirausaha.
Untuk bisa melakukan hal diatas tersebut seperti halnya disebutkan dalam teori marketing anda perlu mengetahui SWOT diri anda sendiri.
Apakah SWOT tersebut? SWOT adalah singkatan dari STRENGHT (Kekuatan), WEAKNESS (Kelemahan), OPPORTUNITY (Kesempatan) dan THREAT (Ancaman).

Dengan anda mengetahui kekuatan anda maka anda bisa memanfaatkannya untuk melakukan pekerjaan atau suatu usaha, misalnya anda memiliki kelebihan dalam bidang Desain Grafis maka anda bisa melakukan usaha yang terkait dengan kelebihan anda tersebut.
Dengan anda mengetahui kekurangan anda maka anda bisa mempelajari hal-hal yang kurang tersebut sehingga diri anda akan lebih berkembang, misalnya anda kurang bisa komunikasi dengan orang lain atau misalnya berhadapan dengan orang lain maka anda bisa belajar cara komunikasi, presentasi atau ilmu komunikasi lainnya.
Dengan mengetahui kesempatan anda terutama yang terkait dengan kemampuan atau kekuatan yang anda miliki maka anda bisa mengetahui kesempatan bisnis dalam dunia tersebut, misalnya anda mengetahui kesempatan menjadi seorang desain grafis, membuat karya desain untuk orang lain atau perusahaan lainnya.
Dengan mengetahui ancaman terutama yang terkait dengan kekurangan anda dan juga dibandingkan dengan kompetitor lainnya maka anda bisa mengmbil tindakan antisipasi agar berhasil atau menang dalam persaingan bisnis, misalnya apabila anda tidak bisa mengkomunikasikan atau mempresentasikan hasil karya anda maka seseorang atau perusahaan akan sulit menggunakan jasa anda untuk mendesain.
Jadi dengan anda mengetahui SWOT anda sendiri otomatis anda akan menarik dan memotivasi diri anda menjadi individu unggulan yang bisa dijadikan sebagai Modal.

TEMAN adalah MODAL dalam MEMBESARKAN USAHA ANDA  

Saya yakin anda semua pasti memiliki seorang teman, apakah itu teman sepermainan, teman sekolah, teman kerja dan lainnya.
Karena pada hakikatnya tidak satu orang pun di dunia ini yang dapat hidup tanpa mendapat bantuan atau dukungan dari orang lain. Seorang pemilik bisnis tidak bisa menjalankan usahanya tanpa ada pegawai, tanpa ada supplier atau tanpa ada customer.

Dari pengalaman saya pribadi bahwa ketika kita membutuhkan bantuan atau ketika membutuhkan dukungan, disitulah teman kita yang akan berperan menjadi penolong kita yang berperan dalam membantu kita. Oleh karenanya kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan teman-teman kita dan saling tolong menolong. Tentu saja apabila saat ini kita dalam posisi menolong teman maka ada saatnya kita akan ditolong oleh teman kita.

Dalam menjalin hubungan pertemanan pun kita hendaknya tidak memilih-milih atau memilah-milah dengan siapa kita mau berteman, misalanya kita hanya mau berteman karena orang tersebut kaya secara materi, atau hanya mau berteman karena dari satu daerah asal, atau mau berteman karena jabatan yang dimiliki seseorang. Sekali lagi bertemanlah anda dengan segala macam orang dari segala macam lapisan dengan berbagai karakternya, karena sesungguhnya hidup bagaikan Roda bisa jadi sekarang posisi kita diatas dan suatu saat nanti bisa saja kita dibawah demikian juga orang-orang yang kita kenal.

Dari hubungan pertemanan ini pula lah kita akan bisa saling tukar informasi yang nantinya akan mendorong kita mendekati suatu kesempatan atau peluang suatu bisnis, atau dapat menjadi teman untuk berdialog dan berdiskusi dalam memecahkan permasalahan yang mungkin kita hadapi dalam dunia bisnis, memberikan suatu pengajaran untuk hal-hal yang belum pernah kita ketahui atau pelajari. Karena memang manusia tersebut diciptakan beragam jenis dan memiliki kelebihan serta kekurangan yang berbeda-beda agar bisa saling mengisi dan berkolaborasi.

Jadi bagi anda semua yang saat ini belum memulai merintis usaha anda terutama karena anda berpikir tidak mempunyai modal maka sebaiknya anda perlu men set ulang pola pikir anda, karena sesunguhnya hanya dengan 2 modal diatas anda bisa memulai usaha anda. Percayalah Hal itu terjadi dan nyata.

Kisah Nyata Awal Usaha Saya.

Mungkin sebagian dari anda yang pernah membaca blog saya dan artikel-artikel sebelumnya mungkin akan tahu bagaimana perjalanan karir dan usaha saya.
Pada hari saya menulis artikel ini dibulan November 2013, saya telah merintis memulai usaha saya dan baru berusia 10 Bulan. Ya benar, hingga bulan Januari 2013 lalu saya sebenarnya adalah masih berstatus menjadi pegawai atau pekerja di suatu perusahaan asing yang bergerak dibidang manufaktur, dengan jabatan yang bisa disyukuri yaitu HRGA Manager.

Perjalanan Karir saya dimulai dari bawah, yaitu ketika di awal tahun 2000 saya baru lulus dan kembali pulang ke Indonesia. Saya bersyukur bahwa saya mendapatkan beasiswa di jepang walaupun dengan tingkatan Diploma dan Bukan Sarjana. Ketika awal kepulangan saya pun mulai giat mencari Pekerjaan dan dengan modal informasi Nomer telpon seorang kenalan dari kenalan saya, saya hubungi orang tersebut dan dari beliau saya mendapatkan informasi serta nomer telpon Perusahaan PT. Sanyo Jaya Komponen yang berada di Cimanggis, Bogor dan Nama dari Presiden Direkturnya yang katanya sedang mencari pegawai. Dengan modal informasi tersebut saya nekat dan beranikan diri menghubungi presiden direktur tersebut dan saya sampaikan saya baru pulang dan sedang mencari pekerjaan. Pada akhirnya saya ikut tes penerimaan pegawai dan lulus serta diterima disana dengan posisi sebagai supervisor, namun sayangnya terhadap tawaran tersebut saya masih melakukan negosiasi kepada mereka untuk mendapatkan nilai upah yang lebih baik. Dan bukanlah kenaikan yang saya dapatkan justru membuat saya kehilangan kesempatan tersebut. Setelah itu saya mencoba melamar pekerjaan kemana-mana namun seperti saya mendapatkan suatu hukuman atau peringatan dari yang kuasa, selama 3 bulan tidak ada satupun perusahaan yang berminat dan memanggil saya. Hingga akhirnya saya meyadari hal itu dan kembali memohon maaf kepada yang kuasa dan memohon agar bisa mendapatkan pekerjaan. Tidak lama setelah itu saya mendapatkan panggilan dari suatu perusahaan jepang ternama yang meproduksi alat musik di pasuruan. Dan disana saya justru mendapatkan upah sedikit diatas UMR di daerah itu dimana jumlahnya 1/3 dari upah yang sebelumnya ditawarkan di Sanyo. Walaupun demikian saya tetap ambil kesempatan itu. Jujur saja upah sejumlah itu digunakan untuk membayar biaya kos, makan sehari-hari dan transport sangat mepet sekali.
Namun hal ini saya terima dengan lapang dada dan penuh rasa syukur kepada-Nya. Mungkin hal itu lah yang akhirnya mendorong banyak kesempatan dan tawaran pekerjaan yang datang kepada saya. Tidak lama setelah saya mulai pekerjaan pertama tersebut datang tawaran yang menarik dengan mendapatkan upah sekitar 4 kali lipat dari yang saya terima itu. Akhirnya saya ambil tawaran sebagai staff marketing di perusahaan manufaktur kertas dari Grup Raksasa di Indonesia.

Perjalanan karir serta kesempatan tidak berhenti disitu saja. Setelah sekitar 1.5 tahun saya bekerja saya ingin mencoba tantangan untuk bekerja di Ibu Kota. Akhirnya saya mengajukan pengunduran diri saya dan mulai berangkat ke ibu kota, dengan mulai bekerja di salah satu Koran berbahasa asing di Ibukota sebagai marketing. Namun tidak lama saya berada disana karena mendapatkan kerja shift malam yang saya rasa kuran sesuai dengan saya. Sembari mencari pekerjaan saya lakukan pekerjaan freelance pertama saya sebagai interpreter. Pekerjaan freelance ini saya dapatkan informasinya dari seorang teman, dan didapatkan dari seorang interpreter senior yang tengah bekerja di perusahaan baru manufaktur piston ring di kawasan karawang. Ditengah-tengah menjalankan pekerjaan freelance dan mencari pekerjaan tersebut saya mendapatkan informasi dari seorang teman yang bekerja di perusaahan satu grup dengan saya sebelumnya. Informasi yang saya dapatkan adalah ada pekerjaan interpreter untuk dikirim ke jepang dalam rangka kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang. Saya hubungi penanggung jawabnya dan saya ikuti semua proses seleksinya. Setelah sekian bulan saya cukup kaget ternyata saya mendapatkan pekerjaan tersebut, dan berangkatlah saya selama hampir 2 tahun di jepang sebagai interpreter.

Setelah pekerjaan sebagai interpreter 2 tahun di jepang saya kembali pulang dan membantu pekerjaan seorang teman yang tengah mendirikan perusahaan di bandung. Tidak lama saya disana kurang lebih selama 4 bulan. Melalui seorang teman saya mendapatkan informasi suatu agen rekrutmen di Jakarta dan saya mendaftarkan diri saya kea gen rekrutmen tersebut. Dari agen rekrutmen tersebut saya mendapatkan pekerjaan di manufaktur label di daerang cileungsi, bogor. Hampir 2 tahun saya bekerja sebagai sales supervisor, karena adanya suatu masalah keluaraga sehingga harus kembali ke kota kelahiran saya. Ditengah-tengah mencari pekerjaan di kota kelahiran saya, saya mendapatkan tawaran dari agen rekrutmen lainnya yang kebetulannya ada perusahaan asing baru akan buka di Surabaya. Tawarannya sebagai office manager dan mempersiapkan pendirian perusahaan, yang tentu saja itu merupakan jabatan yang belum pernah saya dapatkan dan merupakan impian serta target saya. Saya memang mentargetkan untuk suatu saat bisa mencapai posisi manager dalam kurun waktu 5 tahun saya bekerja. Akhirnya saya bisa mencapai target itu dalam waktu 6 tahun dari pertama kali saya bekerja. Tahukah anda pada saat ini upah yang saya terima sudah mencapai 14 Kali lipat dari upah saya pertama kali bekerja.

Alhamdulillah keberuntungan dan kesempatan terus menghapiri saya. Setelah 3 tahun saya bekerja, saya mendapatkan tawaran untuk menjadi HRGA Manager di perusahaan asing di bidang manufaktur mesin boiler yang baru akan mendirikan perusahaannya di Indonesia. Akhirnya saya mendapatkan pekerjaan tersebut. Pada saat ini saya telah mencapai 8 tahun sejak pertama kali bekerja dan pada saat ini upah yang saya terima sudah mencapai 32 Kali lipat dari upah saya pertama. Dan ini adalah pengalaman yang ke 2 kali bagi saya melakukan kegiatan pendirian perusahaan yang dimulai dari nol. Dari sini saya belajar banyak mengenai perijinan, perundang-undangan. Dan sejak saat itu saya putuskan bahwa saya hanya akan mau pindah kerja apabila perusahaan tersebut adalah perusahaan baru dengan pekerjaan pendirian perusahaan dari awal. Dan setelah ini saya masih mendapatkan tawaran untuk menjadi HRGA Manager yang dimulai dari pendirian perusahaan dan pada saat ini upah yang saya terima sudah mencapai sekitar lebih dari 60 Kali lipat dari Upah saya pertama kali. Setelah bekerja beberapa waktu pada akhir Januari 2013 atau tepatnya setelah kurang lebih 13 tahun saya bekerja, saya memutuskan untuk bekerja sendiri dan mengundurkan diri setelah 6 bulan bergabung pada perusahaan baru di bidang manufaktur otomotif yang merupakan pengalaman saya ke 4 kali dalam mendirikan perusahaan.

Saat ini saya tengah merintis usaha saya sendiri, dimana pada saat saya memulai saya tidak memiliki modal dana yang cukup. Saya mulai usaha saya sendiri dengan Modal Diri Sendiri dan Modal Hubungan Pertemanan yang banyak membantu saya mendapatkan pekerjaan freelance dan berhasil melalui saat-saat terberat saya yang membuat dapur saya tetap terus berasap setiap bulannya.

Dari apa yang saya alami dan rasakan bahwa Diri Anda adalah Modal Utama yang harus dimiliki, hal ini saya wujudkan dengan meperbanyak diri saya dengan pengalaman kerja, pengetahuan serta kemampuan lainnya. Selain itu saya juga mempelajari diri saya sendiri bahwa yang jelas menjadi kelbeihan atau strength saya adalah kemampuan bahasa saya yaitu bahasa Indonesia, Jepang dan Inggris. Kelebihan itulah yang saya eksploitasi dan saya jadikan modal serta senjata utama saya dalam usaha. Kemudian dari apa yang saya tuliskan diatas bahwa baik dalam perkembangan karir serta usaha saya yang saya mulai dengan profesi sebagai Interpreter, saya sering mendapatkan bantuan ataupun info pekerjaan dan peluang usaha dari teman-teman yang selama ini saya miliki.

Hargai diri anda sendiri……..maka orang lain akan menghargai anda….
Percayalah pada kemampuan anda sendiri…. Maka orang lain akan percaya pada kemampuan anda…

Percayalah pada teman anda…maka teman anda akan percaya kepada anda….

Bantulah teman anda…maka kelak teman anda akan membantu anda….

Rabu, 30 Oktober 2013

Siapakah Saya ?

   Sudah lebih dari hampir 4 tahun sejak terakhir saya mengisi di blog ini . Mungkin banyak yang sudah berpikir apakah saya sudah tidak ingin berusaha lagi atau mungkin saya sudah menjadi sukses sehingga tidak sempat lagi mengisi blog ini. Jawabannya bukan keduanya. Saya tidak berhenti berharap dan berusaha untuk menjadi enterpreneur dan saya juga masih belum mencapai kesuksesan sebagai enterpreneur.

   Saya akan bercerita apa sebenarnya yang terjadi, bagaimana pengalaman saya dan pengalaman karir saya. Selama ini saya juga masih merahasiakan identitas diri saya, namun dalam kesempatan ini saya akan buka seluruh identitas dan perjalanan hidup saya.

Siapakah Saya?
Saya bernama Rizky Mahardhika, saya dilahirkan di surabaya sekitar 34 Tahun yang lalu. Saya bersyukur dilahirkan dalam keluarga yang berkecukupan. Ayah saya adalah seorang pekerja swasta yang boleh dibilang sukses berkarir diawali dari beliau seorang sales di perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan hingga akhir masa tugasnya beliau bisa mencapai posisi direktur di perusahaan tersebut. Ibu saya juga adalah seorang pekerja keras yang berkerja di suatu instansi pemerintah yang mengabdikan dirinya hingga masa kerjanya, beliaupun cukup dibilang sukses dalam berkarir hingga di akhir masa jabatannya mencapai suatu kepala seksi.

Masa Sekolah
   Saya akui saya sendiri bukanlah anak yang cemerlang yang selalu menjadi juara kelas...
Selama masa sekolah dasar saya tidak pernah menjadi juara kelas namun saya selalu aktif dalam berbagai kegiatan, bahkan saya selalu dipilih menjadi ketua kelas, ketua kelompok dan juga ketua regu dalam kegiatan pramuka. saya aktif dalam berbagai kegiatan esktra kurikuler sampai berbagai les bahasa inggris ataupun kegiatan karate.
 
   Sewaktu SMP saya masuk di sekolah paling favorit di surabaya, saya sekolah di SMPN 1 surabaya.
Sewaktu SMP saya sangat biasa saja, nilai juga bukannya yang bagus-bagus sekali terutama di bidang fisika saya sangat jauh tertinggal. Dan karena sekolah ini adalah SMP paling favorit tentu saja banyak sekali anak-anak dengan prestasi yang luar biasa, karenanya saya hanya bagaikan bayangan saja di sekolah ini.
 
   Setelah lulus dari SMP saya memilih untuk menjauh dari sekolah favorit, dengan maksud saya ingin memperluas pergaulan dan pandangan saya. Akhirnya saya masuk di SMAN yang letaknya cukup jauh dari rumah saya. Sewaktu di SMA prestasi pendidikan saya juga biasa-biasa saja. Namun disini saya bergaul dari kumpulan anak-anak pendiam sampai anak-anak yang paling bandel. Namun pada akhir di SMA ini yang paling berkesan, pada waktu itu saya dengan grup yang paling dekat berempat selalu bertaruh setiap kali ujian, siapa yang nilainya paling rendah harus mentraktir semuanya makan.

Kegagalan Pertama
   Setelah lulus SMA saya coba ikut UMPTN dan hasilnya....hehehe....tidak masuk ke perguruan tinggi manapun. Waktu melihat pengumuman hasil ujian itu saya dan teman-teman berkumpul di rumah saya dengan kelompok anak-anak ekstra kulikuler softball. Pada waktu itu kita berkumpul kurang lebih berdelapan dan sampai malam hari berkumpul dan membeli koran dini hari untuk melihat hasil UMPTN tersebut. Satu per satu teman-teman saya mulai menemukan nomer peserta mereka lolos UMPTN tersebut dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri Pilihan mereka. Hingga pada akhirnya dari semua yang berkumpul di rumah saya hanya saya saja yang tidak lulus UMPTN......wah...benar- benar down sekali waktu itu...

   Karena saya tidak lulus UMPTN akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke salah satu Perguruan Tinggi Swasta dan karena sebenarnya nilai ebtanas SMA saya cukup bagus saya bisa masuk PTS itu tanpa tes lagi...terus terang saja saya sudah gak ada semangat buat ikut tes masuk dan sebagainya....saya sudah down.

   Setelah masuk di PTS dan selesai orientas akhirnya kehidupan sebagai mahasiswa dimulai, waktu itu saya mengambil jurusan Arsitek. Karena saya di PTS itu banyak kenalan mahasiswa senior jadi saya sering kumpul dengan mereka. bahkan boleh dibilang saya lebih dekat dengan mahasiswa senior dibanding dengan mahasiswa seangkatan saya.

Keajaiban Pertama Terjadi
   Sambil saya melakukan kegiatan saya sebagai seorang mahasiswa di PTS, ternyata ada teman satu gang di komplek rumah saya, namanya Andos yang kebetulan juga teman satu SMP saya mengajak saya untuk menemani dia mendaftarkan diri ikut beasiswa sekolah ke jepang di konsulat jepang. Informasi beasiswa ini tentu saja saya tidak mengetahuinya sama sekali, namun informasi beasiswa ini sangat umum di sekolah favorit seperti SMA teman saya tersebut.

   Karena ajakan teman saya itulah akhirnya kita berdua berangkat ke konsulat dan bertanya-tanya soal beasiswa tersebut dan meminta formulir pendaftaraannya. Setelah mendapatkan formulir pendaftaraan tersebut akhirnya kami pulang. Kemudian saya isi formulir pendaftaraan tersebut dan saya kembalikan lagi ke konsulat jepang di surabaya. Selang sekitar sebulan kemudian saya mendapat surat panggilan untuk mengikuti ujian beasiswa tersebut. Dikarenakan Nilai Ijazah saya tidak terlalu besar saya tidak bisa ikut program Sarjana dan hanya bisa mengikuti untuk program D-2, namun saya pikir tidak apalah yang penting saya coba saja. Pada waktu itu yang ikut ujian ada sekitar 82 Orang dan ujiannya semua dalam bahasa Inggris. Saya sendiri tidak tahu apakah bisa lolos atau tidak, tapi satu hal yang pasti saat itu saya hanya bisa mencoba dan berdoa meminta kepada tuhan agar saya bisa lolos. Dalam doa tersebut yang saya pikirkan adalah bila saya bisa mendapatkan beasiswa maka saya bisa mengurangi beban orang tua saya sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya kuliah saya.

   Selang sekitar 1 bulan saya sangat kaget karena saya mendapatkan panggilan lagi untuk ikut ujian wawancara kali ini ujian tersebut dilakukan di Kedutaan Jepang di Jakarta. Akhirnya saya pergi untuk ikut ujian wawancara tersebut. Pada saat itu kalau tidak salah ada sekitar 30 atau 60 orang peserta, saya tidak ingat persisnya. Namun yang pasti saingannya cukup luar biasa ada anak yang dari ITB, UGM dan berbagai Universitas Negri di Indonesia. Saya berpikir wah bakal susah untuk lolos karena ya...saya kan anak yang biasa aja..bukan pintar pintar banget gitu...

   Pada bulan Desember 2006, saya menerima telpon dari Kedutaan Jepang dari bagian Pendidikan, waktu itu saya ingat betul yang berbicara dengan saya adalah Ibu Lies dan beliau berkata kepada saya apakah saya mau hadiah tahun baru? Saya juga bingung...maksudnya apa ya? Akhirnya beliau menyampaikan bahwa saya lolos ujian dan bisa mendapatkan beasiswa ke jepang.....WOW luar biasa sekali waktu itu senangnya ...siapa yang menyangka saya yang biasa ini bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah ke jepang...padahal jujur saja nilai rapor saya selama dari SMA saja juga ada beberapa yang nilainya pas-pasan saja...

Baiklah para kawan semuanya...kita akan lanjutkan di cerita selanjutnya....satu hal yang bisa saya katakan adalah....

" Kita tidak perlu menjadi yang Nomer Satu, Karena Kita adalah Seseorang Yang Satu-Satunya di dunia ini."